Mengenal Perbedaan Zakat, Infak dan Shadaqoh yang Wajib Kamu Ketahui
Ilustrasi : Tirto.id
Jelang akhir Ramadan, banyak umat Muslim yang bergegas membayar zakat. Selain zakat, dua istilah lain yang kerap mengiringi adalah infak dan shadaqoh
Namun ternyata kebanyakan dari kita justru tidak begitu paham bahwa ada perbedaan zakat dan infak serta sedekah secara makna yang mendasar dari ketiga istilah tersebut. Perbedaan zakat dan infak serta shadaqob yang mendasar terletak pada sifat hukumnya, yaitu zakat hukumnya wajib atau fardhu ‘ain, infak hukumnya fardhu khifayah, dan sedekah hukumnya sunnah.
Zakat ini ditentukan nisabnya sedangkan infak dan sedekah tidak memiliki batas nisab. Zakat juga merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan, serta ada ketentuan siapa saja yang berhak menerimanya dan siapa saja yang sudah mencapai nisabnya. Sementara infak dan shadaqoh harta yang dikeluarkan karena keikhlasan dan ketulusannya.
Adapun dasar hukum perintah Allah SWT yang tertera dalam al-Qur’an at-Taubah ayat 103 :
Khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli 'alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, wallāhu samī'un 'alīm
Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dari penjelasan di atas kini kamu sudah mengetahui bagaimana perbedaan zakat dan infak serta shadaqoh. Semuanya memberikan manfaat dan ikut membantu bagi orang banyak. Selain itu, dari beberapa sumber Al-Qur’an dan hadis yang disebutkan di atas, jumlah harta yang kita miliki tidak akan berkurang sedikit pun hanya karena ikut bersedekah, atau menginfakkan dan menunaikan zakatnya.

Komentar