Sempat Menghilang, kini Kesenian Jathilan Hadir Kembali
Siang itu, mengalun suara gamelan. Dari jauh sudah pelan-pelan terdengar. Paduan alat-alat perkusi dari gendang, kenongan, hingga gong itu sangat menarik. Suara itu berasal dari halaman salah satu rumah di Desa Banjarsari yang sedang mengadakan acara pernikahan terdapat kesenian Jathilan nya.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang dikenal dengan kesenian tradisinya dan salah satu kesenian itu adalah Jathilan. Kesenian Jathilan sudah dikenal lama oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya bahkan hingga Jawa Tengah.
Kesenian rakyat ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan terus berkembang sampai saat ini. Banyak sekali Masyarakat yang menantikan Jatilan ini setelah pandemi. Salah satu nya wanita penggemar Jathilan yang sering disapa Mitha.
“Aku seneng sih pas tau acara pernikahan temenku memakai Jathilan. Karna udah lama banget aku ga ngeliatnya, kaya sepi aja gitu ga ada orang yang berjoget-joget,” ucap Mitha
Ia juga menyaksikan gadis-gadis belia yang menari dengan lemah gemulai. Menyesuaikan dengan alunan gamelan yang mengalun. “Jathilan ini tidak hanya pria saja yang bisa bermain, tetapi wanita yang sudah berpengalaman juga bisa ikut bermain” tambah Mitha
Kesenian Jathilan juga mirip dengan seni kuda lumping dan kuda kepang pada umumnya dan nama Jathilan adalah akronim dari kalimat Bahasa Jawa, Jarane jan thil-thilan, jika diterjembahkan dalam Bahasa Indonesia berbunyi “kudanya bergerak tak beraturan”.
Kesenian Jathilan mungkin saja punah atau digantikan seiiring modernisasi yang berlangsung. Namun, tarian ini masih banyak diminati oleh masyarakat daerah khusnya daerah Jawa Tengah. Lalu, apa yang membuat kesenian Jathilan ini masih diminati?
Mitha menjelaskan kesenian ini masih diminati oleh masyrakat karena beberapa faktor yang paling signifikan, yaitu dari segi pengemasan dan kostumnya. Banyak penari Jathilan yang mempertontonkan aksi seperti makan beling, makan ayam yang masih hidup lalu diminum darahnya. Bunga, dupa, dan sajen-sajen merupakan kemasan yang digunakan sampai saat ini.
Dari segi kostum pun berbeda, gaya dengan warna lollypop merupakan pakaian yang digunakan saat pertunjukan dulu. Jadi, ditubuhnya terdapat beberapa warna sekaligus, seperti warna pink, kuning, serta hijau. Sekarang, konstum yang digunakan lebih sederhana, seperti kebaya atau jarik dengan motif modern, dipadukan dengan ikat kepala.
Komentar