Hidayah Sang Mualaf di Jepang, Dari Harajuku Style hingga Niqab
Allah SWT memberikan hidayah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Dengan cahaya petunjuk itu, hati dan pikiran manusia akan terbuka untuk menerima kebenaran. Sering kali, bimbingan dari Allah Ta'ala itu akan mengubah jalan hidup seorang insan sehingga dirinya memeluk Islam.
Hal itulah yang dialami Gracia yang berawal dari kehidupannya di Negeri Sakura,Jepang.
Berawal dari pertanyaan kritis yang sering muncul bertanya kepada pendeta.
"Terakhir kali pokonya pendeta nya bilang 'udah ya jangan tanya-tanya lagi sebagainya, kalo kamu bertanya lebih dalam lagi berarti kamu tidak beriman kepada Kristus, jadi kamu terima aja' pendeta saya bilang gitu kan," ceritanya.
Gracia merasa tidak menemukan jawaban yang pas, ia ingin bertanya kepada teman semuslimnya takut dikira masuk Islam karena cowo yang waktu itu dia deket.
Setelah dari situ ia menyakinkan diri untuk ke Masjid di Osaka. Masjid di Osaka sendiri marbotnya orang-orang Pakistan Bangladesh.
"Jadinya saya cuma celingak cekinguk aja disitu, karena mungkin disangkanya cuma lihat-lihat masjid, karena rata-rata orang Jepang seperti itu," ucapnya.
Gracia mencoba ke Masjid pertama di Jepang di daerah Cobe dengan tetap gaya Harajuku dan ia melihat toko halal, toko action mart namanya.
"Kebetulan banget yang jaga hari itu perempuan,tampangnya keliatan orang Indonesia, jadi saya bertanya- tanya,kenalan dengan dia," ucapnya.
Dari semua pertanyaan yang ia tanyakan kepasa orang-orang, malah jawaban yang di buku 100 orang berpengaruh di dunia menjadi jawaban yang sangat tepat dan masuk akal bagi Gracia.
Mulai dari situ, Gracia mencoba belajar wudhu dan sholat dan memutuskan untuk masuk Islam.
Komentar