Kisah Mualaf Seorang Dokter Cantik Berawal dari Mimpi
Hidayah dari Allah SWT bisa datang kepada siapa saja dan dari mana saja, dengan syarat ada kemauan dan kesungguhan dari hati yang terdalam dan tanpa ada paksaan. Seperti kisah wanita ini yang mantap memutuskan jadi mualaf karena berawal dari mimpi.
"Disaat saya sedang sakit demam tinggi,panas nya tidak turun-turun, sayaa bermimpi sebanyak 2kali," jelas Wiwi Saraswati di video akun tiktoknya @wiwisaraswati
Wanita yang bekerja sebagai dokter kecantikan ini mendapatkan hidayah ketika bermimpi 2kali, mimpi yang pertama ia berada di satu wilayah yang kosong, putih, tapi dalam keadaan sujud. Suasanya pun sangat tenang sekali tanpa ada gangguan.
Di mimpi yang keduanya, ia berada di pesantren karena terdapat santri lagi duduk dan juga ada Ustaz di depannya. Di dalam mimpinya ia berkata "saya bukan muslim" Ustad pun menjawab "ohiya tidak apa apa, silakan masukin ke kamar"
Wiwi bercerita di mimpi yang kedua ini ia memasuki kamat pesantren yang isinya penuh buah-buahan,makanan, dan indah sekali. Setelah itu ia bangun dari mimpinya, dan penyakit demamnya langsung turun.
Seiring berjalannya waktu, sulit untuk dilupakan tapi ternyata tidak bisa. Sampainya bulan puasa, dorongan nya semakin kuat tanpa siapapun orang yang menyuruh. Hingga ia sudah mengambil keputusan untuk pindah keyakinan dan memeluk Agama Islam.
Namun di luar pemikiran dia. Setelah kedua orang tuanya mengetahui telah mualaf. Sejak itu seluruh biaya kost, kuliah, bahkan uang makan pun tidak diberi lagi. Hal itu ia masih dapat menerima. Namun yang paling menorehkan hatinya adalah dengan tidak diakuinya lagi sebagai seorang anak dari Kedua orang tuanya dan merasa terbuang.
Kemudian dari situ, ia mencoba untuk mulai mencoba usaha memproduksi kosmetik sendiri dan diakui oleh Balai POM dan produk kosmetik yang ia ciptakan telah memenuhi standar kesehatan. Dari hasil produksi tersebut, respon masyarakat Kota Makassar sangat antusias dan menyukai produk kosmetik buatannya dan Wiwi Saraswati berhasil membuka Klinik kecantikan.

Komentar