Kisah Inspiratif Wanita Mualaf Berjuang Demi Seorang Anak
Keyakinan merupakan
pilihan setiap orang. Tidak jarang seseorang memilih untuk pindah keyakinan
karena hidayah bisa dateng dari pengalaman, pengetahuan dan lingkungan. Hidayah
bisa datang dengan berbagai cara kepada setiap insan, seperti yang dialami
wanita cantik berikut ini.
Sohlia atau biasa
dipanggil setelah mualaf bernama Oyen, ia merupakan seorang ibu yang memiiki dua anak yang
kegiatan sehari-harinya Dagang Online. Sohlia mengatakan masuk Islam dari tahun
1998 di kampung Cimanengah yang disaksikan oleh ibu angkatnya bernama ibu Tuti
Sumiati.
“Saya masuk muslim itu
tahun 1998 itu bukan karena saya menikah dengan lain agama ya,” ujar Sohlia.
Sebelum msuk Islam,
Sohlia pernah jadi guru sekolah minggu tahun
1996. Ia juga sempat dibaptis oleh orang
tua nya gereja setelah ia lepas sekolah SMA.
“Saya masuk muslim
bukan karena saya mau nikah atau untuk suami ya, saya nikah sama suami itu
kenal setelah saya masuk muslim selama 4 tahun baru saya kenal sama suami saya,”
ujar Sohlia dengan serius.
Sohlia mengaku kalau ia
masuk Islam secara sembunyi-sembunyi agar orang tuanya tidak mengetahuinya.
Setelah masuk Islam, ia melaksanakan
puasa pertama nya menumpang sahur dirumah orang karena ia ingin merasakan
suasana sahur bareng-bareng dengan orang terdekat. Apalagi ia selalu rindu dan
kepingin keluarganya utuh melaksanakan sahur bersama.
“Sebenarnya saya rindu ya, saya pengen keluarga
utuh sahur bareng gitu. Ya tapi kan memang jalannya Allah beda ya, udah gitu saya t saya pengen belajar saya
nggak ada yang ngajarin loh, akhirnya saya belajar secara otodidak,” ujar Sohlia
sambil meneteskan air mata.
Pengetahuan mengenai Islam sangat kurang di diri Sohlia, tapi ia tidak
pernah menyerah untuk belajar mengenai Islam. Ia sampai cari di buku tentang
belajar sholat, doa-doa dan lain sebagainya. Ia sampai bersikeras untuk bisa sholat
dengan cara menuliskan bacaan dan niat sholat Ashar di kertas folio. Ia juga
menulis pakai bahasa latin bahasa Indonesia biar bisa ngucapinnya seperti apa.
“Awal kan nggak tahu
ada niat wudhu itu, saya bilang ‘ya Allah saya mau wudhu ya kalau memangnya wudu
saya nggak sah tolong Syain Ya Allah’ saya
bilang seperti itu terus menerus,” ucap Sohlia.
Setelah itu, beberapa lama kemudian ia bisa melaksanakan sholat tanpa kertas folio
lagi. “ Alhamdulillah sekarang saya bisa ya niatnya salatnya apa rakaat
rokaatnya,” tambaha Sohlia.
Akhinya Sohlia
memutuskan untuk menikah setelah ia mulaaf. “Saya bilang kan ‘coba aja kamu
ngomong sama papa saya berani nggak?’ saya bilang gitu. ‘Tapi kan kamu Muslim iyatapi kan bapak
kamu beda agama coba aja kalau kita niatin kan nggak mungkin namanya orang tua
menghalangi kita’ kata suami saya kaya gitu,” ujar Sohlia.
Akhirnya suami Sohlia datang
ke orang tua walaupun cuma sendiri dan
Sohlia mengatakan yang sejujurnya kalau dia sudah masuk Islam. Reaksi Papa
Sohlia pun kaget mendnegarnya.
“Reaksinya pasti kaget
banget, dia Cuma bilang ‘Kamu memeluk agama apapun Papa nggak akan ngelarang
itu Iman kamu cuma satu Papa minta,
jalanin dengan benar’ itu yang dibilang papa saya,” ucap Sohlia.
Semenjak menikah,
banyak sekali cobaan yang Sohlia rasakan, dari mulai 7 tahun ia tidak pernah
dikasih anak dan suaminya dipecat dari pekerjaannya. Tapi ia tidak pernah
berpikiran untuk cerai dan menjalani dengan bersama-sama.
“Rumah tangga ke 8
tahun Alhamdulillah Allah percaya sama saya dikasih anak terus nggak nggak mudah
ternyata,” ucap Sohlia sambil melihat anaknya disampingnya. “Anak saya berumur
6 tahun itu cobaan yang paling berat, sedang bahagianya rumah tangga, udah
dikarunia anak, udah diberkahi di rezeki berlimpah suami saya kerja dari awal
dari sales sampai menjadi diangkat menjadi supervisor supervisor diangkat lagi
mau diangkat lagi jadi Asisten Manager begitu ternyata kita yang berencana tapi
Allah yang berharap ya suami saya sakit parah sampai akhirnya ia ninggalin
saya,” ucap Sohlia sambil meneteskan air mata.
Sohlia selalu berjuang
dan berusaha kuat demi sang anak. “Pengen suatu saat kalau memang udah waktunya
saya pengen kumpul lagi sama almarhum suami bukan karena orang tapi memang keingingan
anak saya,” ujar Sohlia.
Apapun cobaan apapun
yang kita hadapi itu memang atas izin Allah yang penting kita ikhlas kita
terima apa adanya Allah tidak akan ngasih cobaan itu lebih berat dari kekuatan
kita. Sabar tawakal, Ikhlas mungkin tidak di dunia kita dapat balasan tapi di akhirat
itu Allah udah pasti.
“Kita harus kuat, kita
jangan mengandalkan diri kita sendiri karena kita Hebat kita kaya kita apa
tetap kita andalkan Allah karena sesuatu hal itu kita ada masalah atau apapun
masalah kita itu kecil dibanding kuasa Allah yang luar biasa kita datang cuman
itu aja pesan saya,” ujar Sohlia.

Komentar