Kisah Mualaf Putri Pendeta, Meski Dilarang Keras Untuk Masuk Islam
Hidayah datangnya bisa
dari mana saja dan untuk siapa saja yang dikehendaki. Seperti yang dialami oleh
perempuan cantik ini, Claudia Theresia
anak sseorang pendeta memantapkan diri menjadi mualaf, meskipun
didoktrin untuk tidak melirik agama Islam.
Claudia Theresia menceritakan
kisah hijrahnya yang terlahir dari keluarga non muslim yang taat. Namun, Claudia mengatakan salah satu anggota
keluarga nya diam-diam memeluk agama Islam, yakni Neneknya. Sejak kecil almarhum
Nenek Claudia mengajarkan baca surat al-fatihah dan juga berpuasa
“Itu surat pertama saya
yang saya baca terus beliau ngajarin saya puasa memang sih waktu dulu nggak
belum sempat berhijab ya karena keluarga saya tuh nya kan Ya begitulah sama
orang Islam mohon maaf ya sangat Anti,”
ujar Claudia.
Meski ayahnya seorang pendeta, Claudia sebenernya telah
tertarik dengan Islam sejak masih di usia Taman Kanak-Kanak (TK). Semakin
tertarik Claudia merasa kurang di agama yang sekarang. Namun ia tidak bisa mengutarakannya
karena ayahnya merupakan tokoh agama.
“Bapak saya seorang
gembala. Tapi saya di Kristen itu kayak kurang sreg," gumam Claudia.
"Cuman sebagai anak pendeta, ya, mau nggak mau saya ngikuti itu
(Kristen),” lanjutnya.
Keinginan Claudia untuk
memeluk Islam semakin kuat. Akan tetapi ia harus memendam keinginan itu karena orang tuanya terus menanamkan agar
tidak pindah agama. Hingga pada akhirnya Claudia pindah ke Jakarta dan bertemu
dengan Albert, pria yang kini menjadi suaminya. Ternyata Albert yang juga
seorang non-Muslim memiliki ketertarikan sama yakni ingin pindah keyakinan ke
agama Islam. Pada April 2019, Claudia dan Albert akhirnya mantap memutuskan
menjadi mualaf.
Menariknya, keluarga
Albert yang beragama non-Muslim justru mendukung penuh perpindahan agama itu, bahkan
ibunya yang mencari tempat untuk mereka bersyahadat. Sementara nasib Claudia
berbeda dengan Albert. Dia diusir dari rumah dan tidak lagi dianggap sebagai
anak oleh orang tuanya, sampai sekarang.
"Mereka itu kuat
banget ajarannya, dan maaf kalau dengar kata Islam seperti alergi. Itu yang
bikin saya sedih," ujar Claudia.
Akhirnya ia mengungsi
ke sebuah kos syariah, mengingat belum menjadi istri sah Albert kala itu. Di
sana, Claudia diajarkan mengaji, beribadah, dan ajaran-ajaran Islam lainnya
oleh sang ibu kos.
Dalam waktu singkat,
Albert menghalalkan hubungannya dengan Claudia. Bersama Albert, Claudia
melakukan hijrah dengan begitu khusyuk dan tekun. Hal itu menjadi kedamaian
tersendiri bagi pasangan mualaf ini.
Tak sampai di situ,
keputusan Claudia menjadi seorang muslim membuat kedua orang tuanya tidak mau
lagi mengakui keberadaanya sebagai keluarga, setelah dia kembali memeluk
agamanya terdahulu.
"Saat ini saya
cuman minta suatu hari nanti mereka juga mau memeluk agama Islam, mendapatkan hidayah
dari Allah, dan mau menerima saya sebagai anak secara utuh," harapnya.

Komentar